
Suatu ketika saat dapet jatah ngerjain project yang bener-bener kerjaan yang tergolong Long Term, ga’ kenal waktu dan tempat. Sebut aja Pak Rudi, dia menjabat sebagai kepala Humas di sebuah LSM non komersil di kota lain. Bukan karena dia gila kerja melainkan perusahaannyalah yang menuntut dia untuk bertindak profesional dan tegas dalam menangani tanggung jawab yang dia terima dari bosnya. Saking tegasnya kadang merasa risih jika tiap dini hari dibangunin untuk bikin artwork dadakan…..Grrrrr (*lama-lama ‘ku makan juga nih orang), padahal cuma iseng kerjaannya dia karena selalu aja otaknya tegang mikirin kerjaan dari kantornya.
Kelar sudah kerjaan dadakan semalem, akhirnya foya-foya buang waktu untuk facebook’an aja (*padahal?...emang…hahahhaa) tiba-tiba datanglah sang pangeran yaitu Pak Rudi, dengan wajah penuh sesal dia berkata :”maaf mas, yang tadi pagi dilembur ternyata dia salah ngasih brief, itu brief yang bulan lalu”….gludak… “jadi ga’ lagi dipake pak?, anjirrrr,”. Dah lah lupain aja kejadian itu. Itu hanya contoh aja kalo kita masih tergantung dari satu klien doank, kalo ga’ ya lagi bener-bener lagi kejar setoran, tapi kita harus tetep waspada akan klien-klien yang dalam tanda kutip “nakal”. Kok nakal?, ya donk….katanya salah ngasih brief itukan berarti tinggal move to recycle bin aja filenya, tapi kok dah dipasang dipinggir jalan?, jahat banget sih lu?.
Jenis pekerjaan yang selalu dia handel, ada rutinitas kerjaan kantor dari yang simple sampai harus mengorbankan kegiatan acara keluarga, pacar, teman ataupun kantor. Karena banyaknya kerjaan yang dia handel ga’ cuma satu-dua proyek yang dedlennya bersamaan dah jadi makanan sehari-hariku, lama-lama muntah juga diangldiain itu tapi namanya juga tanggung jawab terhadap kerjaan, mau gimana lagi. Kalo dikantor dia dah biasa menghandel dari klien normal sampai klien yang abnormal, maksudku dari klien yang biasa aja bahkan ga’ tau tentang desain sampai klien yang sok tau tentang desain. Ada juga kerjaan yang kudu butuh waktu dan menguras tenaga lebih untuk sekedar nyiapin bahannya doank belum progress work nya…gila ga’ tuh?.
Lantas siapa yang bertanggung jawab untuk semuanya?
Ya kita sendiri donk, kita tuh wajib melayani klien, calon klien dengan baik kalo ada klien datang minta jasa kita. Kita juga bertanggung jawab untuk observasi dan explorasi material yang ada dan bahkan belum ada sama sekali, coba deh bayangin dari among tamu --- trus ng’desain --- ambil revisi dari klien yang tempatnya jauh --- ng’revisi lagi --- kadang dia ga’ pernah tau yang namanya email jadi kita sendiri yang anter revisiannya --- dah ga’ dikasih minum malah dikerjain main revision mulu, itu sih bukan revisi tapi bikin baru lageee --- ditrusin ng’layout cetak sendiri --- trus anterin file ke image setter sendiri --- setelah jadi barang cetakan….ada yang ilang tulisannya..DAMN, kacau semua tinggal nunggu amukan dari bos dan komplain dari klien. Cuma bikin flyer ukuran 10X10 cm aja kita dah kelelahan diproses nyiapin bahannya, belum ndesain dan pergi nyetakin dummy trus meluncur ke tempat klien yang pesen ‘dah gitu sampai kantor dah ditunggu 2 klien yang minta dibikinin hal yang bebeda dan prosesnya ditungguin…mampus, ‘dah gitu masih dihajar klien berikutnya yang ngantrinya sampai ketiduran disofa yang agak keras karena dah lama ga’ diganti. Jam menunjukan angka 12 malam…fiuh, badan terasa berat banget, peluh dah ga’ bisa diperas lagi, otak dah ga’ bisa mikir jernih lagi, klien dah dibikinin desain setelah tau kalo harganya tinggi tiba-tiba melancarkan aksi alasan lawasnya yaitu nawar dengan harga yang paling rendah setelah itu dia kabur. Payah.
Memang,
Desainer grafis punya banyak talenta dibidangnya, ga’ cuma software pegangannya, bahkan dia juga di kasih tanggung jawab untuk bikin website dan jadi flash builder dikantornya, disamping jadi desainer grafis-gratis dia merangkap untuk maintenance beberapa site yang pernah dibuatnya dan tak luput juga dari kerjaan multimedia flash ataupun videografi. Dalam dedlen yang bersamaan kerjaan harus terconvert hari-jam itu juga….so apa yang terjadi?...
…dia rapuh, bingung dan tak tau arah, arah mana yang benar-sedikit benar-bahkan benar sekali. Lalu untuk apa dia hidup jika hanya untuk kerja bukan kerja untuk hidup yang lebih baik. Maka hargai diri kita sendiri, kita juga punya hak jangan hanya kewajiban saja yang kita penuhin tap juga hak untuk hidup tenang barang sehari aja.
I Love Sunday
I Love Sunday
HAS 2009

Akses Universal dan Hak Asasi Manusia merupakan isu utama yang diangkat pada HAS tahun 2009. Akses universal tersebut mencakup berbagai aspek, baik akses informasi, pencegahan, maupun akses pengobatan. Pemaknaanya adalah bahwa semua warga dari berbagai latar belakang ekonomi, budaya, tempat tinggal harus mendapatkan akses informasi HIV dan AIDS yang sama, akses pencegahan yang sama, serta akses pengobatan yang sama.




Situs Resminya
Tragedi Si Jempol

Tepatnya tanggal 10 Oktober kemaren saat creative director, desainer, illustrator dan fotografer dari kantorku mengunjungi beberapa gereja untuk bikin suatu project yang materialnya bisa kita ambil dari tempat itu. Dimulai dari Gereja yang berada di Gunung Sempu Bantul. Ga’ ada salahnya dong mengunjungi tempat ibadah orang yang berlainan agama dengan kita, yang penting saling menghormati aja, lagian ini kan untuk kebutuhan project kantor kita…just fun.
Tempatnya bagus dan terkesan sangat mistik jadi hati-hati banget kalo berada disana apalagi masuk, banyak aturan-aturan yang ga’ tertulis tapi harus bias dimengerti oleh pengunjung diantaranya ga’ boleh makan-minum dan merokok disana. Setelah mendapatkan beberapa materi yang sekiranya cukup untuk bahan brainstorm nanti dikantor kita langsung mengunjungi Gereja Ganjuran yang tempatnya lumayan jauh dari Gereja Sempu.


Gereja Ganjuran
Boleh dibilang tempatnya lebih populis ketimbang Gereja Sempu, tempatnya lebih luas, banyak pengunjungnya bahkan adem baget tempatnya karena banyak pohon-pohon cemara tua yang sengaja ga’ mereka tebas. Banyak perbedaan antara Gereja Sempu dengan Gereja Ganjuran, di Sempu tempatnya terkenal mistik dan sangat spiritual banget sedangkan Gereja Ganjuran tempatnya ga’ kalah spiritual tapi juga lebih populis karena banyak orang yang mengunjungi dari berbagai sudut kota. Gereja ini art-nya lebih kental, cara penggambarannya pun dengan cara yang berbeda pula dengan Gereja yang lain.




Setelah dirasa cukup untuk kunjungan ini kita langsung beranjak untuk balik ke kantor untuk lakukan brainstorm disana.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
MY THUMB
Kejadiannya sepele banget, ketika sampai dikantor aku memindahkan motor shogun lama temenku biar si Boss bisa masukin mobil Terrano-nya didalam. Kejadiaannya cepet banget, saat setelah yang ketiga kalinya aku lakukan proses standarin tanpa sadar terdengar suara dari standar “Blekk”. Tanpa babibu jempol kiriku terlindas standar itu……waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa (*jerit kesakitanku dalam hati), mukaku terlihat sangat pucat dan dengan jalan pincang aku masuk keruang kerjaku, rasa sakitnya sangat-sangat-sangat sakit sekali sampai-sampai aku menganggap ini adalah rasa sakit terparah selama hidupku.
Aku menggelinjang kesakitan sembari mengutak-atik foto gereja tadi, tapi selain sudah ga’ bisa fokus jempolku yang tadinya masih normal kini berubah menjadi warna biru lebam dan sakitnya sudah ga’ tertahan lagi. Ketika ada klien loyal datang bermaksud bikin korporat id baru wajah pucat dan rasa sakit yang berada di ujung bawah itu sudah ga’ bias diajak kompromi lagi.
Akhirnya dengan terpaksa aku pamit untuk meninggalkan klien dan kantorku dan menuju ke RS. Panti Rapih. Masuk ke IGD dengan memegang segepok tisu yang aku remas-remas dokter-suster pun ikut merasa nyeri juga ngliat aku kayak gini.
Setelah dikasih resep dan suntikan penahan rasa sakit tetap juga sakitnya susah banget untuk ditahan. Dokterpun menyuruh untuk dikompres sementara waktu karena kukunya masih kuat. Akhirnya aku pulang dirumah, malamnya aku kompres dengan air dingin sampai pagi hari.
MONDAY
Aku beranikan diri untuk ke RS. Panti Rapih lagi untuk mengobati jempol kakiku itu, ternyata kata dokter bedahnya hari ini harus dioperasi kalo tidak akan terjadi infeksi dan akan buruk akibatnya….waaaaaaa pasti sangat atit banget :(.
OPERASI
(Maaf jika para reader merasa jijik atau aku kurang sopan dalam mengupload pics & clips nya, karena ini benar-benar kejadian yang harus aku tulis di diary-ku.)
Inilah detik-detik proses operasi sang jempol….







Jogja Java Carnival 2009

Pawai akbar keliling jalan utama kota Jogja dalam bentuk street performance yang diadakan pada malam hari. Diisi dengan perpaduan budaya tradisional dan modern dari kelompok kesenian lokal, regional, maupun internasional yang dirancang secara profesional dengan mengambil lokasi Malioboro sebagai landmark Kota Jogjakarta. Dikemas secara kolosal. Dimeriahkan dengan pawai dan hiasan di sepanjang jalan yang didukung dengan teknologi pencahayaan terkini.
Bentuk Kegiatan:
Pawai Budaya
Pentas Kesenian Wilayah
Jogja Java Carnival
Waktu dan Tempat:
1. Pawai Budaya (tanggal 7 Oktober 2009)
2. Pentas Kesenian Wilayah(8 – 16 Oktober 2009)
3. Jogja Java Carnival(tanggal 17 Oktober 2009)
Rangkaian Kegiatan
Tema Keseluruhan Kegiatan Dahulu – Sekarang – Yang Akan Datang
Materi:
1. Pawai Budaya
Jogja java carnival 2008
Pawai AlegorisPawai Adeging Kutho Ngayokarto Hadiningrat, akan diikuti oleh 20 kelompok Seni yang ditunjuk oleh panitia, dengan Rute dari Ambarketawang / Kali Bayem sampai Alun–Alun Utara yang akan masuk melalui depan Kantor Pos.
Pawai Devile dan Keprajuritan Bersamaan dengan pawai Alegoris peserta pawai Devile yang akan diikuti 20 kelompok dari intansi, sekolah, IKPM, kelompok kegiatan, lembaga, ABRI dsb. Dengan rute Balai Kota sampai Alun–Alun Utara yang akan melalui depan Kantor Pos.
Pawai Budaya akan dimulai pukul 14.00 sampai 17.30 WIB dengan melibatkan 40 kelompok untuk 2 rute.
Peserta pawai akan melakukan display di titik–titik yang sudah ditentukan oleh panitia.
2. Pentas Potensi 45 Kalurahan
Pentas Potensi 45 Kalurahan akan dimulai tanggal 8 – 16 oktober 2009 (9 hari).
Panggung akan didirikan di 14 Kecamatan atau 9 titik penting (strategis) dengan pola dasar pemilihan tempat, materi berdasarkan potensi kelurahan melalui seleksi sehingga menghasilkan bentuk sajian yang berkualitas. Panggung akan didirikan di titik- titik penting pada setiap kecamatan dengan panggung utama di Pagelaran Kraton Yogyakarta.
3.Jogja Java Carnival
Jogja Java Carnival akan menampilkan kelompok – kelompok seni dalam kemasan tarian jalanan dan arak-arakan kereta / mobil hias dengan pemain /peraga / penari diatas mobil maupun penari jalan kaki, berdasarkan tema masing-masing yang akan menempuh Rute dari Abu Bakar Ali – Malioboro – Alun–Alun Utara.
Peserta terdiri dari: 1 dari luar negeri, 1 Kelompok Mahasiswa Asing, 3 dari daerah/ Propinsi lain dan 15 kelompok dari DIY.
Prosesi diawali Leong yang berperan sebagai pembuka jalan diikuti prajurit bergada sebagai Cucuk Lampah ( pengawal ) Raja dan Permaisuri diatas kereta yang dikemas dalam bentuk mobile stage diiringi dengan musik dan diikuti oleh kelompok penari Lawung. Peserta Carnival yang lain akan mengikuti di belakangnya.
Di depan Pagelaran didirikan Panggung kehormatan bagi tamu undangan yang akan dipentaskan beberapa materi kesenian sebelum peserta carnival sampai di Alun – alun. Adapun materi tersebut adalah: Band Jikustik, Garapan tari masal, Tari Modern dan Liong.
Untuk Denah Acara bisa disimak disini (Jogja Java Carnival)
Just Repost
:)
Sumber : Jogja Java Carnival

